SILICON
Di dunia kesehatan kata silicon tidaklah terdengar asing. Banyak korban yang jatuh akibat penggunaan silicon yang tidak sesuai aturan tetapi banyak juga yang belum jera menggunakan jasa silicon ini. Arti dari silicon yang sebenarnya adalah polimer non organik yang bervariasi, dari cairan, gel, karet, hingga sejenis plastik keras. Mungkin anda ingin terlihat cantik tetapi ternyata malah menjadi hancur karena harus menahan rasa sakit yang luar biasa pada daerah yang ingin anda ubah.
Sebaiknya anda lebih berhati-hati lagi bila ingin terlihat cantik dengan mengubah bentuk tubuh seperti memancungkan hidung, mengisi dagu atau menghilangkan kerutan. Jika anda ingin melakukan hal tersebut, sebaiknya anda lakukan di dokter spesialis bedah plastic, jangan ke salon kecantikan atau tempat praktek ilegal. Karena apapun yang disuntikkan ke dalam tubuh akan memiliki dampak negative atau positif.
Tiga macam penggunaan silicon kolagen :
1. Diminum
2. Dioles
3. Disuntikkan
Kebanyakkan orang lebih memilih disuntikkan meskipun tidak bersifat permanen. Ada tiga jenis silicon yang sering digunakan.
Jenis-jenis silicon :
1. Silicon menggunakan kolagen
2. Silicon menggunakan jelly
3. Silicon menggunakan cairan
• Kolagen
Kolagen adalah salah satu protein yang menyusun tubuh manusia. Keberadaannya adalah kurang lebih mencapai 30% dari seluruh protein yang terdapat di tubuh. Dia adalah struktur organic pembangun tulang, gigi, sendi, otot, dan kulit. Serat kolagen memiliki daya tahan yang kuat terhadap tekanan. Kata kolagen sendiri berasal dari bahasa Yunani yang artinya (bersifat lekat atau menghasilkan pelekat). Kolagen lebih cocok untuk jaringan kulit, bukan pada jaringan lemak. Sedangkan payudara itu sendiri terdiri dari jaringan lemak.
• Jelly
Jelly adalah cairan bersifat kenyal yang akan disuntikkan ke tubuh manusia. Biasanya silikon menggunakan jelly lebih dikonsentrasikan pada payudara wanita.
• Cairan
Silikon cair yang umumnya silicon industri, biasa digunakan untuk pelapis mesin, pelumas mesin, peralatan rumah tangga, dot bayi serta penambal akuarium. Jadi penggunaan silikon cair banyak memiliki dampak negatif dan tdak ada dampak positifnya.
Karakteristik silicon :
- Tak berbau
- Tak berwarna
- Kedap air
- Tidak rusak oleh bahan kimia dan proses oksidasi
- Tahan terhadap suhu
- Tidak dapat menghantarkan listrik.
Dampak Silikon Bagi Kesehatan
Silikon memiliki dampak, baik positif maupun negatif. Namun, seringkali dampak negative yang dirasakan oleh para wanita yang bagian tubuhnya disilikon.
o Dampak positif
- Wanita yang hidungnya disilikon akan lebih terlihat mancung
- Wanita yang payudaranya disilikon akan lebih besar dan montok dari sebelumnya
- Mengencangkan kulit agar tidak keriput
- Mempermulus kulit
- Membuat kulit agar bercahaya
- Diharapkan menjadi kenyataan dan akan terlihat cantik sempurna daripada sebelumnya.
o Dampak negatif
- Reaksi yang timbul dapat berupa alergi
- Jika salah lokasi penyuntikan akan menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah
- Menimbulkan rasa sakit yang berkepanjangan sehingga akan diadakan operasi ulang
- Kulit memerah
- Meradang
- Kanker
- Beresiko pada ginjal
- Dapat menyebabkan kematian
Cara menanggulangi silicon cair
Silikon cair berbahaya dan sudah dilarang oleh pemerintah memang benar. Penggunaannya adalah akibat kian majunya teknologi kedokteran. Meski berbahaya dan bisa merenggut nyawa, bukan berarti tak ada jalan keluarnya.
Ini pula yang ditemukan oleh tim dokter dari RS Saiful Anwar (RSAA), Malang. Tim dokter dari kota tersebut menemukan cara baru untuk menanggulangi infeksi akibat suntikan silikon cair.
Dokter ahli bedah plastik di RS tersebut menggunakan obat phytofarmaka, berupa ekstrak tumbuhan dari China. Juga digunakan kapsul Biologic Response Modifier (BRM) yang fungsinya untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Nah, masih ada lagi, dokter di sana menggunakan peeling, sejenis obat kanker yang dapat menghaluskan kulit.
Cara penanggulangan itulah yang dilakukan saat tim dokter RSSA menangani kasus Nyonya Marta (45) yang mengalami inflamasi (peradangan) akibat suntikan silikon cair pada Maret 1998 silam. Saat itu Nyonya Marta disuntik silikon cair pada bagian muka, dahi, hidung, dan dagu sebanyak tiga kali.
Hukum penggunaan silikon
Hukum penggunaan silikon sering diperdebatkan oleh masyarakat. Meski upaya mempercantik diri dan membentuk tubuh ideal menjadi hak asasi semua manusia, masih banyak upaya mencapai hal tersebut dengan cara keliru. Salah satunya adalah penggunaan implant atau suntikan silicon cair yang di dunia kedokteran sendiri sudah dilarang.
Hanya satu kata untuk penggunaan silicon cair yaitu HARAM, dan BOLEH jika menggunakan silicon padat. Itu sudah berlaku bagi dunia kedokteran di seluruh dunia,” kata spesialis bedah plastik RS Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Dr. Teddy O.H. Prasetyono, Sp.B.K.
Akibat dari perkembangan teknologi
Dalam tubuh sendiri, kolagen terus diproduksi terutama rangka tubuh yang fungsinya sebagai bantalan antar sel. Sejalan dengan usia manusia, produksi kolagen bisa menurun yang ditandai dengan kerut-kerut di wajah.
Dokter ahli bedah plastik biasanya memberikan suntikan kolagen dari produksi di luar tubuh manusia. Kemajuan teknologi kedokteran memang memungkinkan misalnya dari tunjang hewan seperti sapi.
Produksi kolagen awalnya hanya difungsikan sebagai skin pengisi kulit, misalnya lubang bekas jerawat atau cacar bisa tertutup lagi sehingga kulit kembali mulus. Akibat perkembangan teknologi kolagen juga difungsikan sebagai pembesar atau alat kecantikan tubuh yang beresiko besar bagi tubuh.
Bukti bahwa silicon berdampak negative bagi tubuh
Di Indonesia banyak kasus yang membuktikan bahwa silicon berdampak negative bagi tubuh. Seperti halnya kasus Ny. Martha. Wajah ibu tiga orang anak tersebut seakan tak berbentuk sebagai akibat suntik silikon ke wajahnya tiga tahun lalu.
Lebih parah dari itu adalah kasus gadis cantik Hilda Pasman. Gadis belia tersebut akhirnya meninggal akibat suntikan silikon ke payudaranya.
Di negara lain juga banyak kasus gagal silicon. Seperti halnya kasus seorang wanita yang menyilikon payudaranya menjadi lebih besar. Saat terjadi tekanan, payudaranya meletus, sehingga wanita tersebut meninggal.
Saran :
Jangan menggunakan silikon sembarangan karena bisa membahayakan tubuh kita sendiri dan bisa menyebabkan kematian. Oleh karena itu gunakanlah bahan alami sebagai obat untuk mempercantik diri, seperti halnya minum air putih 8 gelas/hari, olahraga dan budayakan hidup sehat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar