Powered By Blogger

Sabtu, 22 Januari 2011

KISAH PENGUSAHA SUKSES

KISAH PENGUSAHA LULUSAN SMP
Susi Pujiastuti (45) merangkak sebagai pedagang ikan segar. Kerut di wajah wanita ini menggambarkan betapa keras jalur hidup yang ditempuhnya. Seusai memutuskan keluar dari bangku SMP di Cilacap, Jawa Tengah, pada 1983, Susi mulai menjalani pekerjaannya sebagai pengepul ikan dengan modal pas-pasan. Usahanya terus berkembang. Setahun kemudian, dia berhasil menguasai pasar Cilacap. Tidak puas hanya berbisnis ikan laut di satu daerah, Susi mulai melirik daerah Pangandaran di pantai selatan Jawa Barat.
Ternyata, di sana keberuntungan Susi datang. Usaha perikanannya maju pesat. Jika semula dia hanya memperdagangkan ikan dan udang, maka Susi mulai memasarkan komoditas yang lebih berorientasi ekspor, yaitu lobster.
Dia membawa dagangannya ke Jakarta untuk ditawarkan ke berbagai restoran seafood dan diekspor. Karena permintaan luar negeri sangat besar, untuk menyediakan stok lobster, Susi harus berkeliling Indonesia mencari sumber suplai lobster. Masalah pun timbul. Problem justru karena stok sangat banyak, tetapi transportasi, terutama udara, sangat terbatas. Untuk mengirim dengan kapal laut terlalu lama karena lobster bisa terancam busuk atau menurun kualitasnya.
Pada saat itulah timbul ide Susi lainnya untuk membeli sebuah pesawat. Christian von Strombeck, suaminya yang kebetulan warga negara asing yang berprofesi sebagai pilot pesawat carteran asal Jerman mendukungnya. Sebuah pesawat jenis Cessna dia beli. Alat transportasi itu sangat membantunya meningkatkan produktivitas perdagangan ikannya. Nilai jual komoditas nelayan di daerah juga naik.



Nelayan juga bisa mendapatkan nilai tambahan. Misalnya saja, lobster di Pulau Mentawai yang tadinya hanya dijual Rp 40.000 per kilo, setelah itu bisa dinaikkan menjadi Rp 80.000 per kilo saat itu. Jadi, kebutuhan terhadap pesawat penumpang pun semakin meningkat seiring dengan ekspor yang terus bertambah. Belakangan pesawat yang tadinya hanya untuk mengangkut barang dagangan laut, dia coba sewakan kepada masyarakat yang ingin menumpang.
Ternyata permintaan transportasi sangat besar karenanya ia pun mengembangkan bisnis pesawat carter dan Susi Air. Saat ini, Susi Air memiliki 22 pesawat kecil, antara lain jenis Cessna Grand, Avanti, dan Porter yang dioperasikan oleh 80 pilot. Sebanyak 26 pilot di antaranya adalah pilot asing. Harga pesawat Cessna saat ini Rp 20 miliar per unit. Adapun harga pesawat Avanti bisa empat kali lebih mahal. Maskapai Susi Air saat ini beroperasi di hampir semua daerah pelosok di Indonesia. Untuk mengembangkan bisnisnya ini, Susi bertekad menambah pesawat lagi hingga mencapai 40 unit pada akhir tahun depan dengan investasi sekitar Rp 200 miliar.
Ia sukses di industri perikanan modern dan penerbangan carter beraset ratusan miliar rupiah. Tak heran jika PT Excelcomindo Pratama (Tbk), perusahaan telekomunikasi, menganugerahinya predikat The Best Indonesia Berprestasi 2009. Saat ini, wanita yang hanya lulusan SMP itu mengelola dua perusahaan. Masing-masing adalah PT ASI Pujiastuti Marine Product yang bergerak di bisnis perikanan, dan Susi Air yang merupakan maskapai sewa dengan 22 pesawat propeler. Dari dua perusahaan itu, Susi bisa menghidupi ribuan karyawannya.





Susi Pujiastuti merupakan contoh wanita Indonesia yang dapat menunjukkan hasil kerja kerasnya, meskipun ia hanya lulusan SMP. Banyak hal yang dapat kita contoh dari kerja kerasnya yang membuahkan kesuksesan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar